This is Me

My Photo
# Assalamualaikum,I believe that we are who we choose to be. Nobody's going to come and save you,you've got to save yourself. Nobody's going to give you anything; you've got to go out and fight for it. Nobody knows what you want except for you. And nobody will be as sorry as you if you don't get it. So, don't give up on your dreams. Life always offers you a second chance. Its called tomorrow #

YOUR SILENCE


For those whose voices are silenced due to fear that nobody would care to listen, this is for you.

You know that insults and criticisms are painful, right? So, don’t let these thoughts against yourself run in your mind. If you hear some from others, ignore it. Do not let yourself hear those again from yourself. Do not be your own hater. Do not insult yourself just because you heard from others. Do not belittle yourself just because others did. It’s alright to be hated by others, you can’t please everyone, but it’s wrong to hate yourself. You do not know how important you are to someone and how you are special because you are the reason for someone’s smile. You do not know how beautiful you are to someone’s eyes. You are someone’s hope. You are someone’s reason to wake up and live. Remember your parents, your family, your loved ones, your friends. What if one day they all went away from you and disappeared? It’ll be tragic because you love them and you need them. They would feel the same because they love you too.

I want you to remember that failures and flaws mold you to become better and successful. Do not hate these as if they ruin your life because they actually make your life. Imperfection is actually what makes you uniquely beautiful. Accept it and love yourself. Remember if every one of us is perfect, how troublesome this world would be. Just think what if we were all born in technological age, there would be no room for improvement. There would be no inspiring stories. There would no inventions. There would be no life. Do not forget that imperfection is nothing to be ashamed of. We all have them. Learn to accept yours. You are unique. You have unique talents that you possess. There are too many great things about you, if you just give yourself the chance to be free from your fears and let yourself reach your potential.

Remember that it’s alright if your plans didn’t go the way you want. If you lose an opportunity it doesn’t mean you will not have a better one which you deserve. Remember that you have to move forward, whatever happens. Yes, you are feeling so bad today. You feel overweight and you find yourself ugly. You feel that you are a big failure and you find yourself worthless. You can’t fix all your problems overnight, but it doesn’t mean you have to feel bad about these. If you feel uncomfortable with your weight, do something but don’t feel that you are lesser than anybody. If you feel sad because of your failure, do something but don’t treat yourself worthless. Improve yourself with love not hate.

Do not forget that you are not alone. You have family and friends who you can trust, open up to them. Let them listen and do not be afraid to be judged because they are the people who actually care about you the most. It will really help you to share your pain to someone. You might think that they wouldn’t care or that it would bring burden to them but actually it’s only you who aren’t ready. They will listen once you approach them. There’s no wrong in needing someone for help. Allow them to hold your hand and help you stand.

Also, you can have mine.

( In our daily life, we may not know that we are in contact with people whose voices are silenced by fear. They need help but because of the fear that they might get judged, they remain silent. They choose to keep their pain inside them and not let the world know. We may have a friend who we giggle with but actually dying inside. We may have a family who we think are okay but actually crying every night. The truth is there are too many of them around us. They need just an ear to listen to their issues without judging them. They need just a shoulder to cry on and burst their pain. We don’t have idea how the people we encounter every day are actually fighting a serious battle within themselves against themselves. And, this is actually so serious that could lead to self-harm or death. We don’t know the stories behind every smile. If you know that you can help and bring joy to someone, do it. Simple effort will help a lot. )

Silent is Gold

Jangan Dicari Kesilapan Orang Lain

Kita sbg manusia yg diberi akal dan fikiran yang waras kurniaanNya perlu sentiasa memuhasabah diri agar diri sentiasa dimotivasi. Hidup ini hanya sekali. Bila kita mula membuka aib orang, orang lain akan membuka aib kita.

Segala peristiwa yang berlaku terhadap kita adalah ujian dariNya. Jangan sesekali mengeluh dan menidakkan taqdir iLahi. Sabar kita dalam menjaga aib saudara amatlah dituntut malah ALLAH membalasnya dengan ganjaran yang besar.

Bila kita lihat orang lain perangainya buruk dari kita, malah membuka pula aibnya, kemungkinan ada something wrong pada diri sendiri. Jangan pula kita mendesak orang lain menceritakan aib orang. Aib kita pon belum dijaga sepenuhnya, hendak tahu pula aib orang lain.



Dalam sibuk mencari iblis dalam diri orang lain, rupa-rupanya dalam diri sendiri telah sekian lama Iblis bertapak. Dalam sibuk menyalahkan orang lain, tak sedar salah sendiri dah sebesar gunung. Dalam sibuk membuka pekung orang lain, pekung sendiri terlupa nak tutup. Dalam sibuk mencanang keburukan orang lain, keburukan sendiri semakin terserlah.

Daripada kita terus menyibukkan diri sendiri dengan mencari-cari kesalahan dan kelalaian orang lain, bukankah lebih baik kita berpikir positif. Cuba tanyakan dengan jujur pada diri kita sendiri, sudah mampukah kita berbuat lebih baik dari orang yang kita kritik atau kita cari-cari kesalahannya?

Manusia mudah lupa, sangka diri yang terbaik, sebenarnya dia lupa bahawa dia semakin lalai dan jauh dari Allah. Dia terlupa sebenarnya dia telah takbur dan bangga diri, rasa hebat dan megah. Sebenarnya diri sendiri telah dijajah oleh Iblis sejak sekian lama, tapi sibuk mencari Iblis dan syaitan dari diri orang lain.

Memang sifat manusia mudah lupa, lupa memuhasabah diri sendiri, lupa mengubati penyakit diri sendiri. Tetapi tidak pernah lupa mencari aib dan kesalahan orang lain, sentiasa berusaha mencanang keburukan orang lain. Terjegil biji mata berbicara hal buruk orang lain. Tapi terlupa satu hari nanti dia akan terjegil biji mata apabila segala amalan nya dipapar di hadapan mata saat kematian mengunjunginya.....masa itu sudah tidak sempat lagi untuk memohon maaf dan minta diampunkan...

Itulah saat yang telah diceritakan dalam al-Quran sejak dahulu lagi, pada hari kebangkitan, mereka menjadi muflis. Segala amal kebaikannya telah disalurkan kepada orang yang pernah dicaci maki dan diaibkan, malah kebaikannya juga telah mengalir kpd orang yang dikutuk dan dihina sewang-wenangnya dan segala amal kebaikannya berlalu begitu sahaja untuk bersama dengan insan yang pernah dihinanya semasa hidup di dunia...

Tidak ada gunanya penyesalan dan tidak ada gunanya ratap tangis. Yang ada hanyalah hilai tawa dan tepukan sorak kegembiraan Iblis dan kuncu-kuncunya krn meraikan kemenangan mereka berjaya menarik kita yang lalai bersamanya di sana....bukan di syurga, tetapi ditempat yang berlawanan dengannya...


Bak kata Prof Muhaya, “Cuba audit berapa kali kita ingat mati dan akhirat. Teliti aib diri.”
Mari kita bersihkan hati dan berusaha untuk koreksi diri setiap saat..

ADALAH LEBIH BAIK JIKA KITA LIHAT KELEMAHAN DIRI SENDIRI DARI SIBUK MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN. HAYAT YANG ADA KINI SEMAKIN HARI SEMAKIN PENDEK, INGATLAH GUNAKAN NIKMAT HAYAT YANG ALLAH TELAH BERIKAN SEBAIK MUNGKIN. SEMOGA KITA SEMUA TERHINDAR DARI SIFAT TERCELA..MARI PERBAIKI DIRI BERSAMA.

Selamat beramal dan fikir-fikirkan... 


Love,
Nurul Shazwani Ariffin

Dear future zauj



Assalamualaikum all the lovers of Allah SWT,


Bismillahirrahmaanirrahim. I wanted to post this entry last night, but the feeling of wanting to change my body schedule hinders me (to sleep early and wake up early). Before I post this entry, I got a text message. From a male friend that used to have feelings for me. Cuba sedayanya mencari perhatian aku yang tiada apa apa ni. This is part of the conversation:

Him: hmm
Me: awat? 
Him: hmm 
Me: baiklah. :) 
Him:
Me: hah? 
Him: :S :( :'( 
Me: bye
Him: kte tgh sedih ni....... Hmmm xpelaa. Bai 
Me: orang tanya kenapa taknak jawab.
Him: awk buat sy lg sedih. Bai.
Me: maaf. Baiklah. Bye.

If it was you, what do you reply? Aku ni bukanlah sombong. Tapi aku bukanlah jenis melayan juga. Aku tak suka dapat text text pelik. Dan aku tak suka nak bermanja manja dengan lelaki yang bukan halal bagi aku. Nak cakap, say it as a man. Dan menjadikan aku tempat luahan segala perit jerih kehidupan, cukup sekadarnya jika dia seorang lelaki ajnabi. Aku tahu lelaki juga punya perasaan. Tetapi bukankah lebih ramai lelaki yang lain untuk dijadikan sahabat? Atau lebih baik, ustaz ustaz? Mengadu nasib terhadap wanita ajnabi membuka banyak pintu kemaksiatan. Membuka peluang syaitan laknatullah bermain main dengan nafsu. Sebab itu wanita dan lelaki mudah tertarik kepada yang mampu 'menggembirakan' ketika duka itu. Itulah muslihat syaitan laknatullah. A'uzubillaahiminasy syaitonirrajim (lindungilah aku dari syaitan yang direjam).


Aku mahu berubah. Berubah dengan sebenar benarnya berubah. Aku teguh dengan prinsip aku. Aku tidak akan kalah dengan pujuk rayu lelaki ajnabi, jika lelaki itu soleh pun, akan pasti ada yang ketiga, syaitan laknatullah. Itulah janji aku terhadap diri sendiri. Benar, dulu aku bukanlah seperti ini. I was super friendly to everybody. Everybody likes me. Most of them, like me more than a friend. Usual to me, unusual to others. I don't flirt, I'm just being me. Tetapi jika menjadi diri sendiri itu mampu mendekatkan zina, aku lebih rela dipaksa berlakon menjadi seorang wanita yang tegas, kerana Allah SWT. So here it is, a very special dedication, a very special from the heart, kepada bakal zaujku, walau siapapun kamu, dimana pun kamu berada, inilah titipan janjiku padamu, kerana Allah SWT.

Dear future zauj, at this current, I have come to a state where you can tell it to my face "it's too late to change!" Indeed, my heart is no longer pure. Men have knocked into my heart for the past few years and yes, treat as the prince of my little world. Astaghfirullahalazim. I know, I can no longer pray to have a future zauj that had never allow any lady to knocks into his heart except me. To not flirt with every lady that comes on his way. To not treat them as though they are the princess of his heart. To not look at ladies with the look of nafs. To always keep his distance with ladies although just friends, for the sake of Allah SWT. But can I still pray for it? Is there any possibilities that my future zauj, is loyal? Setia menjaga cinta dan hati untuk Allah SWT. Sesuaikah dengan aku yang bukanlah terbaik baginya? Astaghfirullahalazim. Adakah kamu akan bersedih, jika kamu menjaga cinta dan hatimu, menjaga akhlakmu, tetapi hatiku tidak lagi suci untukmu, wahai bakal suamiku? Aku tidak setia menjaga hatiku, menjaga cinta kita walau aku tidak tahu siapa cinta akhir hayatku. Maafkan aku. Astaghfirullahalazim.


Aku sering dilanda tanda tanya, akan gembirakah kamu apabila mengetahui aku pernah mencintai lelaki lain selain kamu? Astaghfirullahalazim. Adakah kamu akan gembira mengetahui aku pernah menitiskan air mata atas kekecewaan cinta itu? Astaghfirullahalazim. Adakah kamu akan gembira mengetahui aku pernah bercakap dalam telefon lama lama dengan cinta itu? Astaghfirullahalazim. Adakah kamu akan gembira mengetahui mataku tidak lagi suci dari zina penglihatan? Lidahku tidak lagi suci dari zina percakapan? Telingaku tidak lagi suci dari zina pendengaran? Mindaku tidak lagi suci dari zina pemikiran? Hatiku tidak lagi suci dari zina hati? Cinta yang berlandaskan nafsu. Astaghfirullahalazim.

Dear future zauj, I am trying my best to become someone better. Yes, I was terrible before. I change for Allah SWT. But will I ever get the chance for your forgiveness, after all the troubles I put myself into? Aku tidak tahu, siapakah lelaki yang bakal menyinari kehidupan aku sehingga matiku, tetapi aku kagum dengan beliau. Kerana cintanya untuk aku, dia mampu memaafkan segala kesilapan aku. Menerima kelemahanku, menerima masa laluku, kerana Allah SWT. Ya, aku kagum tanpa masih belum mengenali siapa jodohku. Dear future zauj, I promised myself I will never caught myself into triangle of love in accordance to nafs. In hope that Allah SWT will bestow me His best strength. InsyaAllah.

Dear future zauj, akan aku sinarkan hatiku dengan ilmu. Akan aku sinarkan kehidupanku dengan kasih sayang terhadap yang hak. Terhadap Allah SWT. Terhadap Rasulullah SAW. Terhadap keluarga dan kawan baik. Terhadap jiran tetangga. Terhadap yang fakir dan anak anak yatim. Itulah kasih sayang yang masih belum aku penuhi dan akan aku cuba sedayanya menjadi seorang yang pengasih, lillaahita'aala. Akan aku perbaiki akhlakku dengan tidak lupa mengamalkan sunnah baginda SAW. I even forced myself to wake up early today for Allah SWT. "Kerana tidur selepas subuh itu menutup pintu rezeki dan mendekatkan malas." Dan malas itu Allah SWT tak suka. Akan aku sedayanya mengelakkan diriku dari apa yang kekasihku yang Satu itu tidak suka. Dan akan aku dekatkan diriku dengan segala yang Dia suka. InsyaAllah.

Dear future zauj, akan aku perbataskan pergaulanku terutama dengan lelaki ajnabi. Tidak akan aku melayan kerenah mereka yang sering ingin dimanjakan. Atau yang sering suka bergurau. Akan aku perbataskan suaraku dalam bertutur dengan mereka. Kerana seringkali mereka tertarik dengan suaraku ketika aku berbicara bersama mereka. Astaghfirullahalazim. Tidak akan aku jadikan mereka tertarik dengan personaliti aku, bagi menjaga hati mereka untuk jodoh mereka. Bagi menjaga hati mereka untukMu, Allahurabb. Akan aku jaga kecantikanku supaya tidak terkelihatan bagi yang tidak hak, melainkan yang zahir. Akan aku sempurnakan penutupan auratku, kerana Allah SWT. Akan aku bicara yang penting sahaja, supaya pertuturanku terbatas, supaya kata kataku adalah zikir, supaya diamku juga adalah zikir. "Zikir itu adalah apabila kamu mengingati Allah SWT, merasaiNya dan melakukan sesuatu itu keranaNya. Membesarkan Dia dalam setiap perilaku."


Dear future zauj, currently I have twitter and facebook. Tika akad nanti, akan aku deactivate kedua dua itu, kerana kedua dua itu mampu mendekatkan aku dengan zina. Mendekatkan aku dengan dosa. Aku tidak mahu kamu cemburu. Aku tidak mahu membuang masa atas sesuatu yang kurang faedahnya. Benar, twitter dan facebook boleh menjadi medan dakwah. Tetapi adakah aku sudah cukup berdakwah dalam menyemai cinta padaNya dalam diriku? Dalam keluargaku? Dalam sahabat sahabatku? Dalam jiran tetanggaku? Dalam bakal anak anak kita? Ada yang perlu diberi keutamaan. Dan aku memilih memberi keutamaan kepada yang terdekat bagiku. Akan aku tingkatkan prestasi kerjayaku, supaya aku punya peluang menebus segala kesilapan lampau, untuk Allah SWT dan mak abah. Awak, saya nak kumpul duit hantar mak abah pergi haji dan umrah. Benarkan saya? InsyaAllah.

Dear future zauj, akan aku persiapkan diri sebaiknya sebelum kita ditemukanNya. Akan aku sedayanya mengejar solehah. Akan aku menjadi ibu terbaik bagi anak anak kita. Akan aku hadiahkan mereka dengan segenap ilmu yang masih segar dimindaku. Akan kita lalui semua kepayahan bersama dengan senyuman ikhlasku untukmu. Tidak akan aku pertikaikan pemberianmu, akan pasti aku sedayanya mencari redhamu sebelum lenaku. Tetapi benarkan aku berharap, supaya anak anak kita terjaga dengan baik, untuk menjadi sebenar benarnya umat Nabi Muhammad SAW. Bijak dan beragama. Jika tiada jodohku didunia, pasti akan kita ketemu dihari pembalasan. Ketika kita berpimpin tangan, memasuki istana kita. Meminum air sungai yang tidak akan berubah warna dan rasa itu, bersama. Memetik buah yang manisnya jauh dari manis buah dunia itu, bersama. Akan aku kejar kenikmatan itu. Bukanlah aku berubah mencari cintaNya untuk menggapai cintamu, tetapi aku tahu, hanya kerana Dialah, cinta hadir dalam hati. InsyaAllah, akan aku perbetulkan niat. Refresh hati. Refresh iman.


Dear future zauj, last but not least, I have always dream of giving back to the society. Tidak kira dari segi harta mahupun kudrat. Aku ingin membawa ramai lagi yang pernah menjadi sepertiku tatkala muda mereka, mencari sinar harapan, dekat dengan Ilahi. Aku ingin memotivasikan mereka, kerana Allah SWT. Pengalaman pengalaman hidupku mengajar aku erti dewasa. Erti melakukan sesuatu itu kerana Allah SWT. Jika aku mulai sibuk waktu itu, maafkan aku. Tiada daya dan kuasaku melainkan atas rahmatNya. Jangan risau, cintaku masih tetap setia untukmu, lillaahita'aala. Akan aku luangkan masaku sebaiknya untukmu, wahai cintaku. Tidak akan aku menzalimi hatiku lagi. Subhanaka innii kuntuminazzolimin (Maha suci Engkau, sesungguhnya aku tergolong dalam orang orang yang zalim). Akan aku janji setia untukmu mulai dari sekarang. InsyaAllah. 


Jika kamu adalah yang aku harapkan waktu ini, berdoalah supaya cinta kita membawa ke syurga. Jika orang yang aku harapkan itu, bukan jodohku. Akan aku sampaikan doa buatmu. Supaya hatimu kekal terjaga, untuk keluarga dan bakal zaujahmu. Janganlah kamu bersedih. Bertaubatlah kita atas kesilapan kita merosakkan hati. Ubatilah hati kita, kerana Allah SWT itu maha pengasih, maha penyayang, maha pengampun. Ar-Rahman ar-Rahim al-Ghafur. Aku mencari bapa terbaik untuk dihadiahkan kepada anak anakku kelak. InsyaAllah.

Dear future zauj, aku rindukan kamu. Aku merindui orang yang aku belum tahu siapa. Kerana tidak sabarku untuk melengkapkan imanku keranaNya. Tetapi aku masih belum bersedia. Tika waktu itu hadir, akan aku jadi yang terbaik buatmu. Akan aku gapai syurgaNya melalui akad kita. InsyaAllah atas rahmatNya. Lengkapkan dirimu. Persiapkan dirimu wahai cintaku. Aku tidak mahu mengubahmu "kerana peluang mengubah sikap lelaki oleh seorang wanita itu sangat tipis kerana egonya. Bertambah tinggi egonya ketika dia sudah bernikah atas tanggungjawab sebagai ketua keluarga". Segala kesilapanmu akan cuba aku terima sebaiknya. Dan segala keistimewaanmu akan aku hargai sebaiknya. InsyaAllah. Kerana Allah SWT, aku mencintai dirimu. Simpanlah cinta kita sebaiknya. Akan pasti suatu saat kita akan bertemu, tidak disini, diSana. Jaga dirimu. O Rabb, atas cintaku terhadapMu, sampaikan salam rinduku padanya. Getarkan hatinya dengan getaran rasa hatiku. Semoga bakal zaujku adalah yang akan membawa aku kesyurgaMu, supaya rinduku terhadapMu terubat untuk melihat wajahMu. Tuhanku. Allah SWT.


Akan aku pastikan masjid kita dibina atas taqwa kita kepadaNya. InsyaAllah. Allah SWT's will.

Love,
Nurul Shazwani Ariffin